PERBANDINGAN METODE PARUT DAN REBUSAN POTONGAN KUNYIT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA TAWANGREJO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

YULIANA, MARKONAH (2023) PERBANDINGAN METODE PARUT DAN REBUSAN POTONGAN KUNYIT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA TAWANGREJO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of COVER-Markonah Yuliana - 201902114 - Skripsi PDF - 2023.pdf] Text
COVER-Markonah Yuliana - 201902114 - Skripsi PDF - 2023.pdf

Download (1MB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang dijuluki dengan silent killer (pembunuh diam-diam). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan. Salah satu terapi untuk menurunkan tekanan darah adalah parut dan rebusan potongan kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian parutan kunyit dan rebusan potongan kunyit terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Desa Tawangrejo Kecamatan Takeran.
Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan penelitian two group pretest posttest without control group. Populasi penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang mengalami hipertensi grade sedang-ringan Di Desa Tawangrejo sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan total sampel 36 responden. Instrument penelitian ini menggunakan tensimeter dan stetoskop merk spygnomanometer, lembar observasi, sop pembuatan parutan kunyit dan sop pembuatan rebusan potongan kunyit dengan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney.
Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney didapatkan hasil uji Wilcoxon parutan kunyit dengan nilai p-value sistolik 0,007 dan nilai p-value diastolik 0,000 <0,05 artinya ada pengaruh terapi parutan kunyit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil rebusan potongan kunyit diperoleh nilai p-value sistolik 0,000 dan nilai p-value diastolik 0,009 <0,05 artinya ada pengaruh terapi rebusan potongan kunyit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil uji uji Mann-Whitney didapatkan nilai p-value sistolik 0,000 dan nilai p-value diastolik 0,711 >0,05 artinya terdapat perbedaan efektifitas pemberian parutan kunyit dan rebusan potongan kunyit. Tetapi dilihat dari nilai rata-rata hasil nilai parutan kunyit lebih kecil dibandingkan nilai rebusan potongan kunyit. Parutan kunyit dan rebusan potongan kunyit mengandung tinggi kalium yang dapat berpengaruh dalam penurunan tekanan darah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai terapi alternatif untuk penderita hipertensi.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Hipertensi, Parutan Kunyit, Rebusan Potongan Kunyit
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Keperawatan dan Kebidanan > S1 Keperawatan
Depositing User: Keperawatan 1
Date Deposited: 16 Sep 2026 03:03
Last Modified: 16 Sep 2026 03:03
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/460

Actions (login required)

View Item
View Item