FEBRIANTI, FUNGKY DYAH (2026) ANALISIS AKURASI GEJALA KLINIS TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN SEROLOGI LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2023-2025. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.
Cover - Abstract Fungky Dyah Febrianti 202203002.pdf
Download (452kB)
Abstract
Latar Belakang: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira spp. dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kabupaten Klaten merupakan daerah endemis dengan peningkatan kasus yang signifikan pada Tahun 2025, yaitu mencapai 155 kasus dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 17,4%. Tingginya CFR diduga berkaitan dengan keterlambatan diagnosis akibat manifestasi gejala klinis yang bersifat non spesifik dan menyerupai penyakit demam akut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi gejala klinis sebagai prediktor konfirmasi serologis.
Metode: Metode penelitian ini adalah desain kuantitatif cross-sectional berbasis data sekunder yang diperoleh dari BB Labkesmas Yogyakarta periode 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan 65 subjek yang memiliki data Microscopic Agglutination Test (MAT) lengkap sebagai gold standard. Analisis yang dilakukan meliputi uji diagnostik untuk menghitung sensitivitas, spesifisitas, Positive Predictive Value (PPV), Negative Predictive Value (NPV), serta analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) dan Area Under the Curve (AUC).
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 65 subjek, 15 (23,1%) terkonfirmasi positif leptospirosis berdasarkan MAT. Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (73,8%), berusia lanjut (≥46 tahun), dan bekerja sebagai petani (38,5%). Berdasarkan pengelompokan fase gejala ringan dan lanjut, sensitivitas sebesar 60%, spesifisitas 70%, PPV 37,5%, NPV 85,3%, dan akurasi 67,6%. Hasil analisis ROC menunjukkan nilai AUC total skor gejala sebesar 0,659 (95% CI: 0,479–0,840; p=0,063), yang termasuk dalam kategori akurasi rendah.
Kesimpulan: Gejala klinis memiliki akurasi diagnostik yang rendah terhadap konfirmasi serologis leptospirosis berdasarkan MAT. Diagnosis definitif tidak dapat mengandalkan gejala klinis semata dan harus selalu dikombinasikan dengan pemeriksaan laboratorium konfirmatif. Pengembangan clinical scoring system berbasis kombinasi gejala klinis dan faktor risiko direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi deteksi dini leptospirosis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | leptospirosis, gejala klinis, sensitivitas, spesifisitas, MAT, ROC AUC, Kabupaten Klaten |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | S1 Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 02:52 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 02:52 |
| URI: | https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/384 |
