APONO, ANASTASYA TRIVENA SHEVALIN (2026) ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KARYAWAN PRODUKSI PERUSAHAAN KERETA API. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.
COVER_ABSTRAK SKRIPSI ANASTASYA TRIVENA S.A_202203008.pdf
Download (466kB)
Abstract
Latar Belakang : Sektor manufaktur perkeretaapian memiliki risiko bahaya tinggi. Data internal menunjukkan angka kecelakaan kerja bagian produksi masih tinggi, yaitu 139 kasus (2023), 165 kasus (2024), dan 126 kasus (2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh masa kerja, beban kerja, dan pengetahuan K3 terhadap penerapan budaya K3 pada karyawan produksi Perusahaan Kereta Api.
Metode : Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 132 karyawan produksi, dengan sampel 57 responden yang diambil melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel, lalu dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi-Square (α=0,05).
Hasil : Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki masa kerja lama ≥ 3 tahun (77%), beban kerja sedang (54%), pengetahuan K3 baik (93%), dan menerapkan budaya K3 kategori tinggi (81%). Hasil uji bivariat Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,694 (masa kerja), 0,954 (beban kerja), dan 0,764 (pengetahuan K3). Karena seluruh p-value >0,05, maka H_0 diterima dan H_1 ditolak. Hasil ini menjelaskan bahwa tinggi atau rendahnya budaya K3 karyawan tidak ditentukan oleh lama mereka bekerja, berat ringannya beban kerja, ataupun seberapa tahu mereka tentang aturan K3 secara individu. Hal ini terjadi karena aturan keselamatan di tempat kerja sudah menjadi kebiasaan bersama dan didukung oleh aturan perusahaan yang ketat, sehingga semua pekerja tetap bersikap aman saat bekerja tanpa dipengaruhi oleh kondisi pribadi masing-masing.
Kesimpulan : Secara empiris tidak terdapat pengaruh signifikan antara masa kerja, beban kerja, maupun pengetahuan K3 secara individu terhadap penerapan budaya K3. Tingginya penerapan budaya K3 (81%) diduga lebih dominan dibentuk oleh faktor makro organisasi yang berjalan kolektif, seperti komitmen manajemen, intensitas pelatihan K3, penyediaan APD yang baik, serta sistem pengawasan internal perusahaan, bukan oleh karakteristik personal individu.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Budaya K3, Masa Kerja, Beban Kerja, Pengetahuan K3, Industri Perkeretaapian |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | S1 Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 02:51 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 02:51 |
| URI: | https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/379 |
