ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANALGESIK PADA PASIEN PASCA BEDAH APENDISITIS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DARMAYU PONOROGO

ZINTIYA, TSALSA DHILLA (2026) ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANALGESIK PADA PASIEN PASCA BEDAH APENDISITIS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DARMAYU PONOROGO. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of LEMBAR COVER-ABSTRAK SKRIPSI_TSALSA.pdf]
Preview
Text
LEMBAR COVER-ABSTRAK SKRIPSI_TSALSA.pdf

Download (529kB) | Preview

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kasus bedah abdomen yang sering terjadi dan umumnya ditangani dengan tindakan apendektomi. Pasien pasca bedah apendisitis sering mengalami nyeri sehingga memerlukan terapi analgesik yang efektif untuk mempercepat pemulihan. Berbagai golongan analgesik seperti opioid, non-opioid dan NSAID memiliki efektivitas dan biaya yang berbeda, sehingga diperlukan evaluasi farmakoekonomi untuk menentukan terapi yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya terapi analgesik pada pasien pasca bedah apendisitis di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Darmayu Ponorogo periode Januari 2023-November 2025.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis dan data administrasi rumah sakit. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien usia 12-80 tahun, pasien pasca bedah apendisitis, dan pasien yang mendapatkan terapi analgesik tunggal. Data yang dianalisis meliputi karakteristik pasien, jenis terapi analgesik, biaya medis langsung, serta skala nyeri sebelum dan sesudah terapi. Efektivitas terapi dinilai berdasarkan persentase pasien yang mencapai target skala nyeri <4 menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), sedangkan analisis efektivitas biaya dilakukan dengan metode CEA menggunakan perhitungan ACER. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan NSAID memiliki efektivitas tertinggi sebesar 84,62% dengan rata-rata biaya medis langsung Rp993.381 dan nilai ACER Rp11.740. Golongan non-opioid memiliki efektivitas 82,69% dengan nilai ACER Rp12.803, sedangkan golongan opioid memiliki efektivitas 77,78% dengan nilai ACER Rp15.433. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa golongan NSAID sebesar Rp11.740 merupakan terapi analgesik yang paling cost-effective pada pasien pasca bedah apendisitis di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Darmayu Ponorogo.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Apendisitis, Analgesik, CEA, ACER.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:10
Last Modified: 02 Sep 2026 02:10
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/299

Actions (login required)

View Item
View Item