EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD dr. SOEDONO KOTA MADIUN

SELA, SELA (2026) EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD dr. SOEDONO KOTA MADIUN. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of 202208037 - Sela - Halaman Romawi Depan Skripsi PDF - 2026.pdf]
Preview
Text
202208037 - Sela - Halaman Romawi Depan Skripsi PDF - 2026.pdf

Download (699kB) | Preview

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang banyak dialami oleh usia lanjut dan sering menyebabkan nyeri serta keterbatasan fungsi sendi. Penatalaksanaan osteoarthritis umumnya menggunakan obat antiinflamasi non steroid (OAINS) untuk mengurangi nyeri dan infamasi. Namun penggunaan obat antiinflamasi non steroid yang tidak sesuai dengan pedoman terapi dapat meningkatkan risiko efek samping dan menyebabkan penggunaan obat menjadi tidak rasional oleh karena itu evaluasi penggunaan obat antiinflamasi non steroid perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaian terapi dengan pedoman yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis serta mengevaluasi penggunaan obat anti inflamasi non steroid pada pasien osteoarthritis RSUD dr. Soedono Kota Madiun berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat pasien.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional non-eksperimental dengan desain cross-sectional menggunakan data retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien osteoarthritis yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien periode Oktober–Desember 2024 dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan Pedoman Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) tahun 2023 dan Dipiro Joseph Edisi 11.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien osteoarthritis paling banyak berjenis kelamin perempuan (71%) dan kelompok >65 tahun (42%). OAINS yang paling banyak yakni celecoxib 100 mg (56%), diikuti meloxicam 7,5 mg (24%) dan ibuprofen 400 mg (20%). Evaluasi penggunaan obat menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 100%, tepat obat sebesar 100%, tepat dosis sebesar 100%, dan tepat pasien sebesar 100%.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien osteoarthritis di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD dr. Soedono Kota Madiun telah memenuhi prinsip penggunaan obat yang rasional berdasarkan pedoman Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) tahun 2023 dan Dipiro Joseph Edisi 11.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Osteoarthritis, OAINS, Evaluasi Penggunaan Obat
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:09
Last Modified: 02 Sep 2026 02:09
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/287

Actions (login required)

View Item
View Item