FORMULASI DAN EVALUASI SUPPOSITORIA EKSTRAK TERSTANDAR DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

NATHANIA, KAYLA KEYSHA (2026) FORMULASI DAN EVALUASI SUPPOSITORIA EKSTRAK TERSTANDAR DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of 202208064_Kayla Keysha Nathania_Cover sampai abstrak PDF bookmark.pdf]
Preview
Text
202208064_Kayla Keysha Nathania_Cover sampai abstrak PDF bookmark.pdf

Download (951kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan penyebab infeksi dengan prevalensi masing-masing sebesar 23,5% dan 18% di Asia. Daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) mengandung flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri terbaik dan membuat sediaan suppositoria untuk dievaluasi mutu serta stabilitas fisiknya. Metode : Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Dilakukan standarisasi ekstrak dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji antibakteri menggunakan Imipenem sebagai kontrol positif, DMSO 10% sebagai kontrol negatif, dan ekstrak konsentrasi 30%, 60%, dan 90%. Suppositoria diformulasikan dengan basis PEG 400 dan PEG 4000. Uji mutu fisik meliputi organoleptik, keseragaman bobot, homogenitas, waktu leleh, dan kekerasan. Uji stabilitas fisik dengan lemari es (-18oC) selama 20 jam kemudian climatic chamber (25oC) selama 4 jam dalam 5 siklus. Data dianalisis dengan One-Way ANOVA dan t-test menggunakan SPSS versi 27. Hasil : Ekstrak sambung nyawa memenuhi syarat standar ekstrak serta terbukti mengandung flavonoid dan tanin. Hasil uji antibakteri menunjukkan ada perbedaan signifikan yaitu 0,001 (p<0,05) dengan ekstrak konsentrasi 90% memiliki nilai penghambatan terbesar. Sedangkan uji stabilitas fisik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kesimpulan : Ekstrak sambung nyawa konsentrasi 90% merupakan konsentrasi terbaik. Sediaan suppositoria tetap stabil setelah diuji stabilitas.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Sambung nyawa, Antibakteri, Suppositoria, Mutu fisik, Stabilitas fisik.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:07
Last Modified: 02 Sep 2026 02:07
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/271

Actions (login required)

View Item
View Item