EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR DI RSUD dr. SOEDONO PROVINSI JAWA TIMUR

FITRIANIK, DWI (2026) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR DI RSUD dr. SOEDONO PROVINSI JAWA TIMUR. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of 202208014_Dwi Fitrianik_Cover sampai Abstrak.pdf]
Preview
Text
202208014_Dwi Fitrianik_Cover sampai Abstrak.pdf

Download (276kB) | Preview

Abstract

Penggunaan antibiotik profilaksis pada tindakan bedah sesar bertujuan mencegah infeksi daerah operasi (IDO) yang dapat meningkatkan morbiditas, lama perawatan, dan biaya pelayanan kesehatan. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berpotensi menyebabkan resistensi bakteri sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kesesuaiannya. Berdasarkan Pedoman Penggunaan Antibiotik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2021) dan Pedoman Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) (2022), penggunaan antibiotik profilaksis pada bedah sesar dinilai berdasarkan ketepatan pasien, ketepatan indikasi, ketepatan obat, dan ketepatan dosis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien bedah sesar tahun 2024. Sampel penelitian sebanyak 235 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dianalisis meliputi karakteristik pasien, diagnosis, jenis antibiotik profilaksis, serta evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan indikator 4T yang mengacu pada Permenkes RI Tahun 2021 dan Pedoman POGI Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 20–35 tahun sebanyak 171 pasien (72,8%), dengan diagnosis terbanyak letak lintang sebanyak 40 pasien (17%). Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah cefazolin sebanyak 163 pasien (69,36%). Ketepatan pasien dan ketepatan indikasi mencapai 100%, sedangkan ketepatan obat dan ketepatan dosis masing-masing sebesar 69,36%. Secara keseluruhan, rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis mencapai 85%, sehingga penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur secara umum telah rasional. Namun, kepatuhan terhadap pedoman, terutama dalam pemilihan antibiotik dan ketepatan dosis, masih perlu ditingkatkan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Antibiotik profilaksis, bedah sesar, rasionalitas obat, indikator 4T
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:06
Last Modified: 02 Sep 2026 02:06
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/260

Actions (login required)

View Item
View Item