ANALISIS KUANTITATIF DAN VALIDASI METODE HPLC UNTUK MENDETEKSI BKO NATRIUM DIKLOFENAK DALAM JAMU ASAM URAT YANG BEREDAR DI KOTA MADIUN

HARDIANTI, ADINDA NISSA (2026) ANALISIS KUANTITATIF DAN VALIDASI METODE HPLC UNTUK MENDETEKSI BKO NATRIUM DIKLOFENAK DALAM JAMU ASAM URAT YANG BEREDAR DI KOTA MADIUN. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of 202208002_Adinda Nisssa Hardianti_Cover sampai abstrak.pdf]
Preview
Text
202208002_Adinda Nisssa Hardianti_Cover sampai abstrak.pdf

Download (994kB) | Preview

Abstract

Penggunaan jamu sebagai obat tradisional masih tinggi di Indonesia, termasuk untuk pengobatan asam urat. Namun, praktik penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti natrium diklofenak oleh produsen tidak bertanggung jawab sering terjadi untuk memberikan efek terapi cepat, yang berpotensi membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menetapkan kadar natrium diklofenak dalam jamu asam urat yang beredar di Kota Madiun menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) yang tervalidasi. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan uji kualitatif Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan uji kuantitatif HPLC. Validasi metode dilakukan berdasarkan parameter selektivitas, linearitas, akurasi, presisi, limit of detection (LOD), dan limit of quantitation (LOQ). Sebanyak 15 sampel jamu asam urat diperoleh secara purposive sampling dari berbagai sarana distribusi di Kota Madiun. Hasil KLT menunjukkan 6 sampel (40%) positif mengandung natrium diklofenak dengan nilai Rf 0,39–0,50 yang mendekati standar (0,44–0,50). Metode HPLC memenuhi seluruh parameter validasi dengan koefisien korelasi (r) 0,996, %recovery 94-105%, %RSD 0,11-1,98%, LOD 2,3 µg/mL, dan LOQ 7,67 µg/mL. Kadar natrium diklofenak dalam sampel bervariasi antara 134,16–459,73 mg/L, dengan kadar tertinggi pada sampel L (459,73 mg/L) dan terendah pada sampel D (134,16 mg/L). Analisis statistik Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan kadar yang signifikan antar sampel (p=0,016). Disimpulkan bahwa metode HPLC yang digunakan valid dan seluruh sampel jamu asam urat yang terdeteksi positif mengandung BKO natrium diklofenak dengan kadar yang bervariasi dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat dari otoritas kesehatan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Natrium diklofenak, BKO, Jamu asam urat, Validasi metode, HPLC
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:02
Last Modified: 02 Sep 2026 02:02
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/245

Actions (login required)

View Item
View Item