ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. SOEROTO NGAWI

SAFITRI, NIKEN NUR (2025) ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. SOEROTO NGAWI. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of COVER_SKRIPSI_PDF.pdf]
Preview
Text
COVER_SKRIPSI_PDF.pdf

Download (702kB) | Preview

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut sistem pencernaan yang dapat menular melalui makanan maupun minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Menurut data WHO tahun 2021 diperkirakan setiap tahun terdapat 11-21 juta kasus dengan insiden kematian 128.000 sampai 161.000 diseluruh dunia. Demam tifoid dapat diobati menggunakan antibiotik, namun seringnya penggunaan antibiotik terdapat banyak informasi yang menunjukkan adanya resistensi antibiotik pada bakteri Salmonella typhi, selain resistensi juga ditemukan kendala terkait biaya dan WHO mengungkapkan bahwa pengobatan pada pasien demam tifoid memerlukan biaya yang tinggi, dimana biaya yang tinggi belum tentu dapat menjamin efektivitas perawatannya. Penelitian efektivitas biaya ini bertujuan untuk mengetahui antibiotik yang paling cost effective untuk pasien demam tifoid di RSUD dr. Soeroto Ngawi.
Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu non eksperimental menggunakan metode cross sectional secara retrospektif dengan pengambilan data melalui data rekam medik pasien dan diperoleh sampel 57. Efektivitas pengobatan diukur menggunakan lama rawat inap yang mencapai target ≤ 5 hari dan efektivitas biaya dilihat berdasarkan perhitungan ACER dan ICER.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan cefotaxime dengan efektivitas terapi 100% dan rata-rata biaya pengobatan Rp. 1605.150 menghasilkan nilai ACER Rp. 16.051, dibandingkan antibiotik lainnya yaitu antibiotik ceftriaxone dengan efektivitas terapi 75% dan biaya rata-rata Rp. 2.079.941 menghasilkan nilai ACER Rp. 27.732, kemudian antibiotik cefixime dengan efektivitas 100% dan rata-rata biaya pengobatan Rp. 2.314.085 yang menghasilkan nilai ACER Rp. 23.140. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu antibiotik cefotaxime memiliki efektivitas terapi yang tinggi dengan biaya terendah. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa antibiotik cefotaxime lebih cost effective dibandingkan cefixime dan ceftriaxone.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Biaya, Tifoid, Antibiotik, CEA
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:25
Last Modified: 27 Aug 2026 04:25
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/235

Actions (login required)

View Item
View Item