MUSTAGHFIROH, MUNGFARIDA (2025) ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. HARJONO PONOROGO. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.
COVER SKRIPSI_MUNGFARIDA MUSTAGHFIROH_202108037.pdf
Download (585kB) | Preview
Abstract
Diare merupakan gejala infeksi saluran pencernaan yang ditandai dengan pengeluaran feses abnormal berupa feses lebih cair dan frekuensinya lebih dari 3 kali sehari. Di Indonesia diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penggunaan antibiotik pada diare harus tepat dan rasional agar tidak terjadi resistensi dan peningkatan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan rata-rata total biaya terapi antibiotik, serta nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) pada pasien diare yang dirawat inap di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif terhadap 100 data rekam medis pasien diare anak (usia 0-18 tahun) yang menjalani rawat inap periode Januari-November 2024. Efektivitas terapi diukur berdasakan lama rawat inap, Sementara biaya medis langsung meliputi biaya antibiotik, laboratorium dan rawat inap. Data dianalisis menggunakan metode CEA untuk menghitunng Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Rasio (ICER).
Hasil penelitian menunjukkan pasien diare di dominasi oleh pasien laki-laki (61%) dan pada rentang usia 1-5 tahun (55%). Rata-rata lama rawat inap memiliki hasil ±3 hari. Efektivitas antibiotik yaitu sefotaksim (90%) dan sefiksim (93%). Rata-rata biaya medis terendah pada antibiotik sefiksim BPJS kelas III yaitu Rp 1.484.746. Dari ketiga kelas BPJS, penggunaan antibiotik sefiksim merupakan yang paling cost effective. Nilai ACER terkecil pada antibiotik sefiksim BPJS kelas III sebesar Rp 459.673 dengan nilai ICER sebesar -Rp 142.141. Kesimpulan penelitian ini, terapi antibiotik sefiksim pada BPJS kelas III menunjukkan nilai yang lebih cost-effective sebesar –Rp 142.141 dibandingkan sefotaksim pada pasien diare rawat inap. Namun, pada efektivitas terapi berdasarkan lama rawat inap menunjukkan hasil yang tidak berbeda secara signifikan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Efektivitas Biaya, Terapi Antibiotik, Diare. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Farmasi S1 |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:25 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:25 |
| URI: | https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/234 |
