GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN EPILEPSI DI RSUD dr. SOEDONO KOTA MADIUN

AULIA, EKA PUTRI (2025) GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN EPILEPSI DI RSUD dr. SOEDONO KOTA MADIUN. Diploma thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of 202205009_Eka Putri Aulia_Halaman Romawi Depan Karya Tulis Ilmiah PDF_2025.pdf]
Preview
Text
202205009_Eka Putri Aulia_Halaman Romawi Depan Karya Tulis Ilmiah PDF_2025.pdf

Download (804kB) | Preview

Abstract

Epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai oleh bangkitan berulang akibat adanya pelepasan muatan listrik abnormal dan berlebihan pada neuron otak. Kondisi ini menyebabkan gangguan fungsi otak secara intermiten yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Terapi epilepsi bertujuan untuk mengendalikan bangkitan agar pasien dapat hidup normal dan produktif. Prevalensi epilepsi kasus di Provinsi Jawa Timur jumlah pasien epilepsi cukup besar dengan angka kejadian mencapai sekitar 7 per 1.000, di wilayah RSUD dr. Soedono Kota Madiun diperkirakan 5 juta orang di diagnosis dengan epilepsi di setiap tahunnya. Salah satu bentuk terapi yang paling umum digunakan adalah terapi farmakologis dengan pemberian obat antiepilepsi (OAE). Pemilihan dan penggunaan OAE harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien agar hasil pengobatan optimal dan efek samping dapat diminimalkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antiepileptik pada pasien epilepsi di RSUD dr. Soedono Kota Madiun.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling menggunakan data rekam medis pasien epilepsi yang berobat di instalasi rawat jalan RSUD dr. Soedono Kota Madiun sebanyak 100 pasien. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, dan jenis obat antiepilepsi yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak penderita epilepsi adalah laki-laki sebesar 61% pada usia >40 tahun sebesar 60% dengan penggunaan obat fenitoin sebesar 88%, sedangkan penderita epilepsi paling rendah terjadi pada jenis kelamin perempuan sebesar 39% pada kelompok usia 17–25 tahun. Golongan jenis obat antiepilepsi yang paling rendah digunakan adalah Carbamazepin 2%. Dapat disimpulkan bahwa fenitoin merupakan obat antiepilepsi yang paling banyak digunakan di RSUD dr. Soedono Kota Madiun dikarenakan obat ini sudah lama dikenal sebagai obat antiepilepsi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Terapi penggunaan obat, epilepsi, antiepilepsi.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > D3 Farmasi
Depositing User: Farmasi D3
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:20
Last Modified: 27 Aug 2026 04:20
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/200

Actions (login required)

View Item
View Item