UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 60% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picryhydrazyl) DENGAN STANDAR PEMBANDING QUERCETIN

MUSTIKA, ADINDA CHANDRAS (2025) UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 60% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picryhydrazyl) DENGAN STANDAR PEMBANDING QUERCETIN. Diploma thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of COVER KTI ADINDA CHANDRAS MUSTIKA 202205001.pdf]
Preview
Text
COVER KTI ADINDA CHANDRAS MUSTIKA 202205001.pdf

Download (562kB) | Preview

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mencegah proses oksidasi dari radikal bebas. Antioksidan dibedakan menjadi dua, yaitu antioksidan buatan dan antioksidan alami. Antioksidan buatan dihasilkan melalui sintesis reaksi kimia, sedangkan antioksidan alami berasal dari tanaman. Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu sumber antioksidan alami karena mengandung antosianin, yaitu metabolit sekunder golongan flavonoid, serta tannin yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.)
Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah maserasi terhadap serbuk simplisia daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) menggunakan pelarut etanol 60%. Kandungan antosianin dianalisis secara kualitatif dengan uji warna (skrining fitokimia), sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picryhydrazyl) dengan spektrofotometri UV-Vis pada konsentrasi 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Pada penelitian ini menggunakan quercetin sebagai standar pembanding dengan konsentrasi yang sama. Nilai aktivitas antioksidan dinyatakan dalam bentuk IC50. Hasil menunjukkan adanya senyawa antosianin pada ekstrak yang ditandai dengan warna cokelat kehitaman yang memudar. Nilai IC50 ekstrak etanol 60% daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebesar 13,40 mg/L, sedangkan IC50 quercetin sebesar 36,15 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini, kedua sampel tergolong antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC50 < 50 mg/L.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Ipomoea batatas L., DPPH, Spektrofotometri UV-Vis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > D3 Farmasi
Depositing User: Farmasi D3
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:20
Last Modified: 27 Aug 2026 04:20
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/198

Actions (login required)

View Item
View Item