FENOMENA PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA DI KECAMATAN KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN

RINAWATI, PUTRI (2024) FENOMENA PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA DI KECAMATAN KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of COVER DAN ABSTRAK.pdf] Text
COVER DAN ABSTRAK.pdf

Download (269kB)

Abstract

Fenomena pernikahan dini pada remaja di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, tidak hanya pada kalangan masyarakat adat saja melainkan merambah ke masyarakat umum khususnya pelajar sekolah. Berdasarkan Analisis survei penduduk antar sensus dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) didapatkan angka pernikahan di perkotaan lebih rendah dibanding di pedesaan, untuk kelompok umur 15-19 tahun perbedaannya cukup tinggi yaitu 5,28% di perkotaan dan 11,88% di pedesaan. Untuk mencegah dan menanggulangi naiknya kasus pernikahan dini perlu mengetahui faktor penyebab bagaimana fenomena pernikahan dini ini terjadi. Hal ini selaras dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui fenomena pernikahan dini pada remaja di Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mrnggunakan riset fenomonologi yang bertujuan untuk memahami esensi dari suatu fenomena perilaku remaja terhadap pernikahan dini. Menggunakan teknik purposive sampling dengan total sebanyak 10 informan yang melakukan pernikahan di bawah usia 19 tahun pada tahun 2022 hingga 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan triangualasi sumber yaitu wawancara orang tua atau wali, petugas kesehatan wilayah setempat, dan petugas KUA.
Hasil penelitian yang dilakukan pada 10 informan didapatkan adanya beberapa pengaruh yang mendorong terjadinya pernikahan dini yaitu pengaruh faktor pengetahuan dan tingkat pendidikan pada diri remaja, yang menyebabkan pola pikir mereka menjadi sempit sehingga tidak mau berfikir tentang masa depan, kurangnya peran petugas kesehatan dan petugas KUA terhadap kasus pernikahan dini, kurangnya peran orang tua dalam pola pengawasan dan pola asuh pada remaja, tingkat pendapatan orang tua juga berpengaruh dimana mayoritas remaja yang melakukan pernikahan dini berasal dari keluarga yang ekonominya rendah, adat budaya pada kasus pernikahan saat ini kurang begitu berpengaruh, hal tersebut terjadi hanya pada beberapa orang saja pada wilayah tertentu.
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pernikahan dini pada remaja menyebabkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari hari. Karena secara psikologi yang sebenarnya belum matang untuk melakukan pernikahan di bawah usia 19 tahun. Saran yang diberikan kepada remaja agar memanfaatkan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat dan bisa berdampak baik bagi dirinya dan orang lain.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pernikahan Dini, Remaja, Pengetahuan, Orang Tua, Ekonomi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S1 Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 16 Sep 2026 02:40
Last Modified: 16 Sep 2026 02:40
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/340

Actions (login required)

View Item
View Item