ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DAN BIAYA TERAPI HEMODIALISIS DENGAN DIALYZER BARU DAN DIALYZER REUSE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSU DARMAYU PONOROGO

VINATA, YULIANAVIA (2026) ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DAN BIAYA TERAPI HEMODIALISIS DENGAN DIALYZER BARU DAN DIALYZER REUSE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSU DARMAYU PONOROGO. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of 202208083_YULIANAVIA VINATA_COVER-ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
202208083_YULIANAVIA VINATA_COVER-ABSTRAK.pdf

Download (656kB) | Preview

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dengan biaya yang relatif tinggi. Salah satu upaya efisiensi biaya yang banyak diterapkan adalah penggunaan dialyzer reuse. Meskipun demikian, efektivitas klinis dialyzer reuse dibandingkan dengan dialyzer baru masih menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan biaya terapi hemodialisis menggunakan dialyzer baru dan dialyzer reuse pada pasien gagal ginjal kronik di RSU Darmayu Ponorogo, serta mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi terhadap nilai Kt/V.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional retrospektif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 150 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis tahun 2024, data diperoleh dari rekam medis dan administrasi rumah sakit. Metode yang digunakan untuk analisis hubungan karakteristik sosiodemografi terhadap nilai Kt/V menggunakan uji Chi-Square, perbandingan efektivitas menggunakan Independent T-Test, sedangkan analisis farmakoekonomi dilakukan menggunakan Cost Effectiveness Analysis (CEA) dengan metode Average Cost Effectiveness Ratio (ACER).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia <60 tahun sebanyak 76 pasien (50,7%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 91 pasien (60,7%), dan pasien dengan penyakit penyerta hipertensi sebanyak 73 pasien (48,7%). Analisis efektivitas menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan dialyzer baru dan dialyzer reuse terhadap nilai Kt/V (p=0,178). Hubungan usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta terhadap nilai Kt/V juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Hasil analisis CEA menunjukkan nilai ACER dialyzer baru sebesar Rp3.542.452.800 dan dialyzer reuse sebesar Rp3.039.603.429. Nilai ACER yang lebih rendah pada dialyzer reuse menunjukkan bahwa penggunaan dialyzer reuse lebih cost-effective dibandingkan dialyzer baru. Dengan efektivitas yang tidak berbeda signifikan dan biaya yang lebih rendah, dialyzer reuse dapat menjadi alternatif yang efisien dalam pelayanan hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dialyzer reuse masih efektif dan lebih efisien secara biaya untuk digunakan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan parameter klinis lain seperti URR (Urea Reduction Rate), hemoglobin, dan kualitas hidup pasien guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: GGK, hemodialisis, Dialyzer baru, Dialyzer reuse, CEA
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:11
Last Modified: 02 Sep 2026 02:11
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/300

Actions (login required)

View Item
View Item