UJI ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAN KOMBUCHA KULIT BUAH MELON (Cucumis melo L.) TERHADAP Malassezie furfur

LAILY, SELLY AUFA KUSNIL (2026) UJI ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAN KOMBUCHA KULIT BUAH MELON (Cucumis melo L.) TERHADAP Malassezie furfur. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of Cover-abstrak_SELLY AUFA_202208074.pdf]
Preview
Text
Cover-abstrak_SELLY AUFA_202208074.pdf

Download (259kB) | Preview

Abstract

Malassezia furfur merupakan salah satu jenis jamur penyebab gangguan kulit seperti panu (pityriasis versicolor). Penggunaan bahan alam sebagai alternatif antijamur terus dikembangkan karena memiliki potensi kandungan metabolit sekunder yang bersifat bioaktif. Kulit buah melon (Cucumis melo L.) merupakan limbah tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, sedangkan proses fermentasi menjadi kombucha berpotensi menghasilkan perubahan komponen bioaktif yang dapat memengaruhi aktivitas antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, aktivitas antijamur, serta menentukan konsentrasi terbaik ekstrak etanol dan kombucha kulit buah melon terhadap Malassezia furfur.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium (in vitro) menggunakan metode difusi cakram pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Sampel penelitian berupa ekstrak etanol 70% dan kombucha kulit buah melon dengan variasi konsentrasi 30%, 50%, dan 70%. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia, sedangkan aktivitas antijamur ditentukan berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk.
Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah melon mengandung flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid, sedangkan kombucha kulit buah melon mengandung flavonoid, saponin, dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antijamur menunjukkan bahwa ekstrak etanol menghasilkan zona hambat sebesar 7,08 mm, 8,04 mm, dan 12,05 mm pada konsentrasi 30%, 50%, dan 70%. Sedangkan kombucha menghasilkan zona hambat sebesar 6,06 mm, 7,04 mm, dan 11,05 mm pada konsentrasi yang sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan kombucha kulit buah melon (Cucumis melo L.) memiliki aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur, dengan konsentrasi 70% sebagai konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur dan termasuk kategori sangat kuat.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: kulit buah melon, ekstrak etanol, kombucha, Malassezia furfur.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:09
Last Modified: 02 Sep 2026 02:09
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/288

Actions (login required)

View Item
View Item