UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa aloeifere) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus)

KAESTHI, VANIA NATHA (2025) UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa aloeifere) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus). Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.

[thumbnail of Cover-Abstrak_Vania Natha Kaesthi_202308A008.pdf]
Preview
Text
Cover-Abstrak_Vania Natha Kaesthi_202308A008.pdf

Download (544kB) | Preview

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan dimana adanya peningkatan dan kejenuhan pada kadar asam urat di dalam darah. Saat ini diperlukan adanya terapi alternatif dari tumbuhan yang berpotensi sebagai antihiperurisemia yang lebih aman dan efektif dari obat-obatan sintetik, salah satunya daun kelor (Moringa aloeifere) dan kayu manis (Cinnamomum burmannii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun kelor (EDK) dan ekstrak kayu manis (EKM) sebagai antihiperurisemia. Desain penelitian ini eksperimental laboratorium dengan teknik simple random sampling.
Metode untuk kombinasi EDK dan EKM yaitu metode ekstraksi maserasi dengan merendamkan sampel dalam pelarut tanpa adanya proses pemanasan, uji skrining fitokimia dengan melihat reaksi warna, serta uji antihiperurisemia dengan melihat penurunan kadar asam urat. Hewan uji mencit putih jantan (Mus musculus) sebanyak 25 ekor dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan tiga kelompok uji yang diberikan kombinasi EDK dan EKM dengan berbagai dosis. Dosis kombinasi EDK dan EKM yang digunakan adalah dosis 100/400, 125/375 mg/kgBB, dan 150/350 mg/kgBB.
Hasil data dianalisa dengan SPSS menggunakan uji Kruskall Wallis. Uji skrining fitokimia menunjukkan EDK mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan EKM mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, terpenoid. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi EDK dan EKM dosis 100/400 mg/kgBB, 125/375 mg/kgBB, dan 150/350 mg/kgBB memiliki persentase penurunan kadar asam urat berturut-turut sebesar 41,86%, 48,84%, dan 62,22%. Kombinasi EDK dan EKM dosis 150/350 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif sebagai antihiperurisemia dibandingkan dengan dosis 100/400 mg/kgBB dan 125/375 mg/kgBB.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: antihiperurisemia, ekstrak, daun kelor, kayu manis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Farmasi S1
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:23
Last Modified: 27 Aug 2026 04:23
URI: https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/214

Actions (login required)

View Item
View Item