YULINAR, AZAHRA WIGENTI (2025) ANALISIS BIAYA TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN BEDAH HERNIA INGUINALIS DENGAN METODE COST MINIMIZATION ANALYSIS (CMA) DAN COST EFFECTIVENESS ANALYSIS (CEA) DI RSAU dr. EFRAM HARSANA. Other thesis, Universitas Bhakti Hasta Mulia.
COVER-ABSTRAK SKRIPSI_AZAHRA_WIGENTI_Y_ALIH_JENJANG_FARMASI (BOKMARK)-.pdf
Download (912kB) | Preview
Abstract
World Health Organization (WHO) menyatakan, kasus hernia pada tahun 2017 sampai dengan 2019 sebanyak 19.173.279 penderita atau sebanyak 12,7%. Kasus hernia di Indonesia pada tahun 2018 menduduki peringkat ke 8 dengan kasus sebanyak 18.145 atau 1,05%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya terapi antibiotik pada pasien bedah hernia inguinalis di RSAU dr. Efram Harsana Magetan. Studi ini juga mengidentifikasi karakteristik pasien, jenis antibiotik yang paling banyak digunakan, serta membandingkan biaya dan efektivitas antara dua jenis antibiotik yang digunakan, yaitu cefazoline dan ceftriaxone.
Penelitian ini menggunakan metode Cost Minimization Analysis (CMA) dan Cost Effectiveness Analysis (CEA) dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data pasien selama tahun 2023–2024. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien bedah hernia inguinalis yang dirawat di RSAU dr. Efram Harsana Magetan pada tahun 2023-2024 sesuai dengan kriteria inklusi yaitu pasien bedah hernia di RSAU dr. Efram Harsana, yang memiliki data rekam medis lengkap dan berusia lebih dari 17 tahun yang menggunakan terapi antibiotik ceftriaxone dan cefazoline.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien terbanyak yang menderita hernia inguinalis adalah laki-laki (90%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ceftriaxone (70,9%), diikuti oleh cefazoline (29,09%). Berdasarkan CMA, rata-rata total biaya terapi cefazoline lebih rendah (Rp10.265.434) dibandingkan ceftriaxone (Rp10.328.049). Dari hasil CEA, cefazoline menunjukkan efektivitas lebih tinggi (84%) dibandingkan ceftriaxone (83%) dengan nilai ACER masing-masing Rp11.865.388 dan Rp12.083.787. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa antibiotik cefazoline lebih cost-effective dibandingkan ceftriaxone dalam terapi antibiotik pada pasien bedah hernia inguinalis di RSAU dr. Efram Harsana Magetan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hernia inguinalis, antibiotik, CMA, CEA. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Farmasi S1 |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:20 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:20 |
| URI: | https://repository.bhm.ac.id/id/eprint/197 |
